Senin, 2 November 2015

Rivalitas Blok America – Blok China, dan dampaknya terhadap Indonesia (I)

A. Pernyataan Ben Bernanke dan keuangan global

Mulanya adalah pernyataan mantan Fed Chairman Ben Bernanke 22 Mei 2013 di depan Kongres Amerika. Pernyataan itu memberi pengaruh yang besar pada keuangan global.

Sejak Mei 2013 sampai Agustus 2015 US Dollar Index dalam trend menguat dari 83.27 ke 95.97 dengan tertinggi di 100.40 pada Maret 2015, meningkat 20,57% selama dua tahun. Sementara dalam rentang waktu yang sama US Trade Balance mengalami deficit yang semakin membesar yakni dari deficit USD 44 Billion ke deficit USD 48.3 Billion, dengan deficit terbesar di Maret 2015 sebesar USD 52.1 Billion, melebar 18,4% selama dua tahun.

Untuk China, dalam kurun waktu Mei 2013 ke September 2015 Trade Balancenya mengalami peningkatan 201,5% dari sekitar USD 20 Billion ke USD 60.3 Billion, dengan deficit lebih dari USD 20 Billion pada Februari 2014. USDCNY sendiri bergerak dari 6.15 di Mei 2013 ke 6.35 di September 2015. Posisi CNY terlemah adalah di Agustus 2015 pada posisi 6.4. Sejak November 2014 China telah 6 kali cut rate. Hal ini menunjukkan ekonomi China yang masih terus melanjutkan pelemahannya dengan GDP 3Q2015 sebesar 6.9%, terburuk sejak 2009.

Pernyataan Ben tersebut juga memberi dampak ke Emerging Market Countries dalam bentuk currency depreciation dan peningkatan jumlah hutang. Khusus untuk Indonesia, YTD rupiah telah terdepresiasi 10.46%, sedangkan dari Januari 2015 ke September 2015 telah terdepresiasi 14%. Posisi utang per September 2015 mencapai lebih dari Rp 3.000 Triliun (bertambah sekitar Rp. 400 Triliun dibanding 2014) dengan Rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) 25%-26%.

 

B. Trans Pacific Partnership dan Laut China Selatan

Di bidang perdagangan global terjadi persaingan antara Trans Pacific Partnership (TPP) yang dimotori Amerika dengan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) Free Trade Agreement dengan China sebagai salah satu anggotanya. Rivalitas antar dua negara juga tampak pada klaim dan dominasi China atas Laut China Selatan. Selasa 27 Oktober 2015, Amerika mengirim kapal perang USS Lassen ke area bermasalah. Hal ini meningkatkan ketegangan di area tersebut mengingat China sampai mengeluarkan pernyataan akan mengambil “all necessary measures” untuk mempertahankan teritori tersebut.

 

C. Kunjungan Presiden RI ke Amerika

Catatan penting dari keterangan pers kedua Pimpinan Negara usai melakukan pertemuan di Ruang Oval, Gedung Putih.

Presiden Amerika mengangkat romantisme masa lalu, pribadi maupun dalam hubungan ke dua negara.  Disinggung juga tentang pentingnya bekerjasama melalui ASEAN dan Forum Asia Timur guna mendukung kelangsungan penegakan aturan dan tatanan internasional atas tindakan di wilayah maritim. Pernyataan diakhiri dengan Amerika yang menantikan keberlangsungan kemitraan di antara ke dua Negara.

 

D. Takeaway

  1. Penguatan US Dollar terhadap global currency merupakan trend yang berlangsung sejak Mei 2013. Hal ini disebabkan oleh Fed Fund Rate yang kemungkinan akan naik dan melemahnya pertumbuhan ekonomi China yang ditandai dengan penurunan GDP.
  2. Perbedaan hasil di antara Interest Rate Parity tenor 1 tahun dengan USDIDR Forward Rate 1 tahun mencerminkan ekspektasi pelaku pasar uang terhadap menguatnya US Dollar. 
  3. Investasi Amerika yang ditandatangani sebesar US$20,5 miliar mencerminkan keberhasilan Pemerintahan Jokowi mengundang investor ke tanah air.
  4. Setelah flirting dengan 4700 level di tengah appresiasi rupiah, penurunan IHSG yang melampaui .382% (low 4.033 di 29 September 2015 ke high 4.696 di 26 Oktober 2015) melahirkan pertanyaan akan ketahanan pasar modal Indonesia dengan mempertimbangkan Fed’s ekonomi model terbaru.

Dibuat oleh,

Ramot AG Sihombing

 

 

Kamis, 11 Desember 2014

Climate Change and Oil

Problems:

1. Climate change conference in Lima, Peru from Dec 1-12, 2014

  • Global group of catholic bishops call for end to fossil fuels :  process leading to a proposed new deal to be signed in Paris next year.
  • Global heat of current 1.5 – 1.8 degrees versus 2 degrees and above.

 

2. Excess liquidity due to QE (US, Europe, Japan) that affects market

  • In foreign exchange, stocks (lately in Greece), bonds (minus yield in certain tenor), commodities.
  • The money pumped failed to create enough global growth (IMF forecast global growth of only 3.8% for 2015)
  • The money created did not produce higher cost of production for goods manufactured as rate of inflation showed
  • The money created failed to generate adequate salary growth. 

 

3. Over valuation in certain asset class

PER = stock price/EPS  vs Yield = EPS/stock price 

 

Analysis :

1. Impact on oil, coal and other fossil fuel producing countries incl. Indonesia and United States

  • Credit disbursed to this sector globally ie. Oil exploration and its infrastructure
  • Will affect the creditors (banks)
  • Will affect the debtors (corporations) that may also issued bonds and stocks

2. Volatility in the market will be higher in eventually some sectors and asset class that heavily affected.

3. Falling oil price may be the result of slower global demand, excess supply, climate change.

 

Question :

1. Will the problems in energy sector trigger the global market correction as this sector is heavily financed even to long term?

Quotation :

A YEAR OF DIVERGENCE

“No theoretical limit on divergence. Problem is exchange-rate shifts represent mechanism for reconciliation, divide between certain market valuations and fundamentals has become so large, prices vulnerable to volatility.” Mohamed El-Erian.

 

Dibuat oleh,

Ramot AG Sihombing

 

 

Rabu, 10 Desember 2014

Swap points USD/IDR

Swap points USD/IDR as of Rabu 10 Desember 2014 jam 10.30 wib untuk 1 bulan, 6 bulan, 12 bulan (real quotes) yang bersumber dari salah satu Jakarta money brokerage firm. Catatan : data dapat dipercaya karena sesuai dengan IDR/USD 1Y FX Forwards – MarketWatch.

1 mo      62/65

6 mo      398/405

12 mo    795/810               

Spot 12,358 (the wall street journal) jam 10.30 wib Rabu 10 Desember 2014.

Berarti jika idr menguat secara absolut atau sebaliknya melemah secara absolut, maka target ekspektasi usdidr exchange rate:

1 mo      12,291/12418    

6 mo      11,955/12,758

12 mo    11,558/13,163

MarketWatch memperlihatkan bahwa 52 week high 845.0000 dan Day Low 820.0000 dan Day High 790.0000 dengan closing di 805.

Considerants :

  1. Implied 1.73% fed funds rate future at the end 2016 (Dec 5, 2014) up from 1.58% (Dec 4, 2014).
  2. Implied 0.77% fed funds rate future at the end 2015 (Dec 5, 2014) up from 0.64% (Dec 4, 2014).
  3. Nilai penutupan terburuk dalam enam tahun terakhir (pada 20 November 2008 lalu), yaitu Rp.12.600 per dolar Amerika (bareksa.com Jokowi jadi Presiden rupiah terus melemah). Rupiah bahkan sempat ambrol ke Rp.13.150 pada perdagangan intraday 21 November 2008 (bareksa.com Jokowi jadi Presiden rupiah terus melemah).
  4. Dalam sebulan terakhir saja (November 2014) arus dana asing yang masuk ke pasar saham mencapai Rp5,21 triliun. Artinya, total dana asing yang masuk secara year-to-date mencapai Rp42,25 triliun (bareksa.com Jokowi jadi Presiden rupiah terus melemah).
  5. Dana asing di obligasi pemerintah meningkat Rp21,98 triliun selama sebulan. Secara year-to-date, total dana asing di obligasi pemerintah mencapai 159,92 triliun (bareksa.com Jokowi).
  6. Kebutuhan USD untuk impor bahan bakar akan menurun karena harga minyak turun thus tambahan USD reserves.
  7. USD/IDR swap points 6 mo di 12,758 (di 158 rupiah selisih dengan Rp. 12,600 penutupan terburuk dalam 6 tahun terakhir).
  8. Siklus inflasi tinggi di Desember, Januari, dan Februari.
  9. Total capital inflow Foreign Direct Investment dan yang masuk ke saham dan obligasi.
  10. Kebutuhan USD untuk pembayaran bunga kupon dan impor barang modal.

 Pertanyaan:

  1. Seberapa besar repatriasi keuntungan akhir tahun MN Corporations dan hedging dalam bentuk swap forex USD/IDR dan forward buy USD/IDR yang dilakukan oleh BUMN corporates maupun Private Corporates berdampak pada pelemahan rupiah?
  2. Bagaimana dengan swap forex USD/IDR dengan beberapa Negara yang dilakukan tahun 2013 lalu (sebesar 30 milyar usd?) untuk membantu Indonesia dalam membendung kejatuhan IDR? Apakah sudah jatuh tempo?
  3. Apakah harga minyak dunia yang menurun membuat IDR menguat? Atau sebaliknya?
  4. Apakah yang akan dilakukan Bank Indonesia jika USD/IDR tembus 12,600? Dan bagaimana dengan BI Rate?

Dibuat oleh,

Ramot AG Sihombing